Friday, July 10, 2009

Persipura & Balada Sepakbola Indonesia

Tim Mutiara Hitam: Juara yang sedang Tersandung Masalah

Hari ini, Jum'at tanggal 10 Juli Komdis PSSI memanggil beberapa pemain & pengurus Persipura terkait keputusan WO tim bersangkutan pada pertandingan final Copa Dji Sam Soe Indonesia 2009 (CDSSI 2009), 27 Juni silam. Seperti diketahui, dalam duel vs Sriwijaya FC waktu itu, Persipura melakukan WO karena merasa diperlakukan tidak adil oleh wasit.

Hadir di kantor PSSI pelatih Jacksen F. Tiago serta Walikota Jayapura yang juga adalah Ketua Umum Persipura M.R. Kambu ditemani kapten Edward Ivakdalam beserta wakilnya Jack Komboy, asisten pelatih Metu Duaramury serta manajer tim Rudi Maswi . Tujuan pemanggilan tersebut adalah untuk mencari tahu siapa yang mendalangi tim Mutiara Hitam melakukan WO. Tidak main-main, PSSI mencap oknum tersebut sebagai anti-fair-play. Selalu, sepakbola Indonesia lebih menarik untuk hal-hal seperti ini ketimbang permainannya.

Siapa sih yang Anti-fair-play?

Waktu itu tanggal 08 Juni 2008, ketika CDSSI 2009 sudah memasuki babak perempatfinal, Badan Liga Indonesia (BLI) melalui suratnya No. 0662/a/04/bli-31/v/2009 menunjuk Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring sebagai venue penghelat final pengganti Stadion Utama GBK. Sekilas tidak ada yang salah dari penunjukkan ini. Tapi melihat mayoritas masyarakat sepakbola Indonesia yang masih mudah terbakar emosinya hanya karena kontroversi sepentol korek, BLI seharusnya melakukan eksaminasi berulang dan riset mendalam sebelum mengeluarkan keputusan. Jujur saja, publik sudah merasa ganjil akan penunjukkan Jakabaring ini, sedang sang empunya stadion, Sriwijaya FC, masih bertahan di kompetisi bersama dengan tim-tim seperti Persibo Bojonegoro, Persitara Jakarta Utara, Persijap Jepara, PSMS Medan, Persipura Jayapura, Persija Jakarta, dan Deltras Sidoarjo.

Oke, pasti berlaku standar-standar tertentu untuk menilai apakah suatu stadion berikut infrastruktur & suprastruktur yang menyertainya layak atau tidak untuk menggelar partai final, Tp, apakah tidak ada stadion yang benar-benar netral/berada di region yang berbeda dengan tim-tim yang masih bertahan di kompetisi sehingga prinsip fair-play lebih terepresentasi?

Sebutlah stadion Palaran yang berada di kota Samarinda. Oleh www.worlstadiums.com, stadion bertaraf Internasional yang dipakai ketika Kalimantan Timur menghelat PON XVII tersebut menempati urutan 2 daftar stadion terbaik & terbesar di Indonesia. Jadi, untuk kualitas stadion Palaran memenuhi kualifikasi untuk menggelar final CDSSI 2009.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah netralitas wilayah. Dari 8 tim kontestan perempat final CDSSI 2009 tidak ada yang berasal dari kota Samarinda, bahkan Kalimantan Timur. Letak pulau Kalimantan juga berada di tengah-tengah sehingga lebih adil bagi para suporter yang akan mendukung langsung bila tim kebanggaannya melangkah ke final.

Kalau akhirnya BLI berdalih bahwa stadion Palaran sudah didaulat menjadi tempat final Divisi Utama LI 2009 sehingga harus ada 'pemerataan' pun Kalimantan masih memiliki banyak stadion lain yang kualitasnya masih masuk dalam standar venue sebuah final. Stadion Kudunga di kota Tenggarong salah satunya. Tapi untuk 'kejadian tak terencana' seperti pemindahan venue final ini, isu 'pemerataan' seharusnya bisa diabaikan. Wewujudkan fair-play seideal mungkin jauh lebih penting. Bila komitmen fair-play tidak diterapkan sejak awal, definisi di fase-fase selanjutnya akan bias. Kalau makna serta batasannya saja tidak jelas, bagaimana bisa menentukan seseorang itu pro-fair-play atau anti-fair-play?

Stadion Palaran kebanggaan Samarinda. Terbesar di Indonesia setelah GBK

Ketidakpuasan Berkulminasi WO


Musim ini Persipura tampil ciamik untuk ukuran sepakbola nasional. Edward Ivakdalam memimpin rekan-rekannya mendominasi hampir di setiap pertandingan kandang maupun tandang. Tak heran, saat kompetisi belum berakhir, gelar juara ISL 2008/2009 sudah ada digenggaman.

Tim Mutiara Hitam sepertinya akan mengulang prestasi hebat Sriwijaya FC yang musim lalu sukses menyandingkan gelar liga dengan trofi copa. Skenarionya pun tampak akan berakhir dramatis dengan merebut langsung trofi dari Laskar Wong Kito, setelah di liga mereka juga memastikan gelar setelah menekuk sang juara bertahan di stadion Mandala.

Apa lacur, skenario tinggal skenario. Sebuah insiden menjelang genap sejam pertandingan ketika kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu menabrak dari belakang gelandang Persipura Ian Kabes dalam kotak penalti dibiarkan Purwanto, wasit final itu. Play on..bola kemudian bergulir ke arah Ernest Jeremiah yang spontan membalikkan arahnya ke dalam gawang lawan dengan sepakan terukur. Dasar nasib, Purwanto lagi-lagi menolak meniup peluit tanda terjadi pelanggaran ketika bola tendangan Ernest tadi urung masuk gawang karena terhalang tangan bek tim rival, Joel Tsimi. Kali ini, bintang-bintang Papua tidak terima. Ramai-ramai mereka menyerbu wasit dan mengerubutinya. Tak mampu mengendalikan emosi, Ernest pun menanduk Purwanto. Wasit asal Kediri itu kemudian langsung mengeluarkan kartu merah untuk pemain asal Nigeria. Tak ayal, kejadian tersebut memicu para pemain Persipura lainnya untuk meninggalkan lapangan dan menolak kembali bertanding bila kartu merah tersebut tidak dicabut dan memberikan hadiah penalti bagi mereka. Beberapa tokoh sudah coba membujuk. Tapi mau bilang apa, ajakan Ketua PSSI Nurdin Halid hingga permintaan Gubernur Papua Barnabas Suebu gagal mencairkan hati Solossa Brothers and The Gank yang sudah membatu.

Saya tidak melihat peristiwa tersebut sebagai kebodohan atas dasar solidaritas buta semata, itu adalah titik puncak dari kesabaran yang ada batasnya. Banyak orang di luar sana masih dengan sinis menyoroti masalah mental putra-putra tanah Cendrawasih. "Sukses sedikit mabuk-mabukan, sukses sedikit main perempuan, bagaimana mau maju...???!" begitu sindir mereka.

Ahh...saya justru punya pendapat berbeda. Kasus ini justru menjadi bukti kebesaran hati Ricardo Salampessy, cs. Mereka sangat menjunjung tinggi sportivitas. Dengan gagah berani mereka menyambangi kandang macan untuk merebut gelar langsung dari tangan Sang Juara Bertahan. Meski banyak suara sumbang menyuarakan ketidakadilan, mereka terus jalan. Meski banyak argumen mengindikasikan kecurangan yang terencana rapi, mereka tuli. Bagi mereka sepakbola adalah hidup, titik.

Prinsip itulah yang selama ini secara natural menempa pesepakbola-pesepakbola Papua. Sepakbola adalah tentang harga diri. Maka, ketika kerja keras di lapangan dilecehkan oleh sebuah konspirasi, jangan salahkan kalau kemudian mereka menentukan langkah sendiri. Mereka tahu peraturan. Perjalanan karir sepakbola mereka tidak melulu latihan taktik, teknik, dan fisik. Tapi, diatas lapangan, tidak ada yang mengenal peraturan sebaik para pemain itu sendiri. Mereka punya insting yang tercipta secara kimiawi melalui proses yang berulang-ulang untuk menentukan mana yang seharusnya gol dan yang tidak gol, mana yang hand-ball dan tidak hand-ball, mana yang pelanggaran dan bukan pelanggaran, juga mana yang merupakan kesengajaan atau kealpaan.

Copa Dji Sam Soe-poli?


Lalu, benarkah ada sebuah konspirasi? Kalau kasus suap dunia sepakbola di Italia mendapat sebutan Calciopoli, maka jika benar ada skandal pengaturan pertandingan (hasil kompetisi) Copa Dji Sam Soe Indonesia, apa dong namanya? Copa Dji Sam Soe-poli? Hahaha...membahas hal ini lebih menarik ketimbang meneruskan argumen benar tidaknya tindakan Persipura mengingat sudah adanya hukum positif dalam dunia sepakbola yang tidak membenarkan sebuah tim untuk walk-out (WO). Jika nekad WO, mereka harus tahu konsekwensinya, dan Persipura sudah menyatakan siap untuk bertanggung-jawab dengan datang memenuhi panggilan Komisi Disiplin tadi sore. Salut!

Kembali ke Copa Dji Sam Soe-poli (CDSS-poli).

Kalau masalah penunjukkan venue pengganti saya melihat kurangnya pertimbangan netralitas, di partai final itu sendiri saya justru tidak melihat sesuatu yang konspiratif yang bisa dikritisi lebih lanjut. Wasit yang biasanya dijadikan alat bagi para konspirator untuk menentukan pemenang, dalam pertandingan ini justru menjadi anti-thesis.

Purwanto sang pengadil adalah wasit papan atas di negeri ini. Sudah mendapatkan lisensi C1 sejak 1993, kapasitas dan kredibilitas lelaki yang pernah menjadi asisten wasit FIFA pada 1995 itu tentu tidak diragukan lagi. Sebelum memimpin partai final CDSSI 2009, Purwanto berpengalaman memimpin berbagai partai penentuan lainnya, seperti final Liga Indonesia musim 2007 (Sriwijaya FC Vs PSMS Medan) final LI 2005 (Persija FC Vs Persipura FC), dan final LI 2002 (Persita FC Vs Pertrokimia Putra Gresik).

Pria jangkung berkumis tipis itu adalah juga peraih penghargaan Bintang Adi Manggalya Krida dari Pemerintah berkat jasanya di bidang olahraga, khususnya dunia perwasitan. Penghargaan yang membuatnya kini sejajar dengan para pelaku olahraga terbaik di Indonesia. Di antaranya ada Markis Kido dan Hendra Setiawan (bintang Parama Krida Utama Kelas I), atau para pelatih terbaik Indonesia seperti Sigit Pamungkas dan Marlev Mainaky (Bulutangkis), Eni Nuraini Martodihardjo (atletik), Fictor Gideon Roring (basket), dan Wahyudi Hidayat (balap sepeda) yang semuanya juga mendapatkan bintang Adimanggalya Krida. Dari profesi wasit sendiri, Pergunan Tarigan (angkat besi), Sardjito dan Sumartojo (atletik), serta Dra Linda Darnela (senam) adalah nama-nama yang juga mendapatkan bintang dan penghargaan serupa dengan Purwanto.

Jadi, sangat tidak beralasan bila kita menuduh PSSI/BLI melakukan kekejian seperti itu. Sebelum kita baca kesaksian dari Ario Yosia tentunya. Dalam sebuah wawancara, kolumnis www.bolanews.com tersebut mengaku pernah dicurhati begini oleh Purwanto: "Jujur saja, Mas, saya ingin berhenti. Saya sudah tua." Secara objektif Ario juga menilai fisik Purwanto sebenarnya sudah tak layak lagi memimpin laga sekelas final Copa. Beberapa tahun silam saat meliput acara penyegaran wasit PSSI di Bandung, Ario menyaksikan sendiri bagaimana sang pengadil gagal melakoni tes fisik. Dia sinyalir, Purwanto tetap dipaksa bertugas demi pencitraan korps wasit Indonesia. Purwanto menjadi korban ketidakmampuan PSSI mencetak wasit-wasit berkualitas yang integritasnya dipercaya klub-klub kontestan, tulisnya di: http://www.bolanews.com/edisi-cetak/nasional6.htm.

Kondisi itu juga diamini oleh ketua Badan Wasit Sepakbola Seluruh Indonesia (BWSI), Bernard Limbong di Jakarta kepada kapanlagi.com pada 2 Juli 2009. "Purwanto adalah wasit terbaik Indonesia saat ini. Dan partai final Copa Indonesia 2008/09 itu adalah partai terakhir yang dia pimpin, karena usianya sudah melewati masa wajib sebagai wasit. Ia bekerja dengan maksimal. Tidak ada yang salah dengan Purwanto," jelas Limbong.

Membatasi usia seseorang untuk melakukan suatu tugas tertentu tentu dengan pertimbangan agar orang itu dalam bertugas optimal. Kalau dengan sengaja menugaskan seseorang yang usianya sudah melewati ambang batas dan orang tersebut secara tersurat sudah menyatakan keinginannya untuk berhenti, adakah tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh PSSI secara terselubung??! Hmm....entahlah! Paling tidak, kasus ini pasti turut menjadi pertimbangan bagi Reuters untuk menilai kondisi sepakbola Indonesia di musim yang baru saja berlalu sebagai 'a shambolic season' atau musim yang kacau-balau! Tidak percaya? Kunjungi saja: http://football.uk.reuters.com/world/news/SP536092.php

Wasit Purwanto. Partai Perpisahan nan Kontroversial.

Sunday, July 05, 2009

Perjudian Tukang Parkir & Samba-Samba Muda United

Tepat hari minggu seminggu yang lalu, sepulang dari melihat pameran industri kreatif Indonesia di JCC, saya berbincang sebentar dengan seorang tukang parkir.

"Nanti malam pegang mana mas...??!", tanya dia mengacu pada final piala konfederasi 2009, menyapa sembari menghampiri saya untuk mengutip ongkos parkir.

"Amerika pak, ngeri, banyak rudalnya...", jawab saya setengah bercanda, sambil mengeluarkan ongkos parkir.

"Wah..padahal saya pasang Brazil..", sambarnya cemas.

Hehehe..kecemasan yang tampak nyata dari raut mukanya itu bikin saya tersenyum puas sepanjang perjalanan menuju fX buat liat trofi Liga Inggris yang dipamerin di sana sebagai bagian dari kegiatan Asia Tour ManchesterUnited.

Maksud hati pengen liat langsung trofi di atas, apa daya udah dibawa ke Singapura :P

Memoribilia graphic book ini pun gak mampu melipur kecewa...

Akhirnya foto bareng deh sama 'pemain-pemain United', hohoho....!!!

Jawaban saya atas pertanyaan tukang parkir tersebut jelas sedikit sekali kadar seriusnya. Tapi, menyaksikan babak pertama final mungkin membuat tukang parkir tersebut banjir keringat dingin. Dia tentu mengira saya adalah peramal skor bola yang gila jagonya. Padahal, ketika Landon Donovan memperlebar keunggulan AS yang dicetak oleh Clint Dempsey, saya masih tidak percaya AS bakal jadi juara untuk pertama kalinya.

Tentu saya mengangkat topi tinggi-tinggi pada pertahanan AS yang begitu militan melindungi gawangnya, plus efisiensi barisan penyerangnya dalam menggalang serangan balik. Tapi, Inggris yang biangnya kick&rush pun saya yakin akan keteteran menghadapi tim Samba yang satu ini. Mereka bukan seniman bola yang mengandalkan keunggulan teknis saja, tapi juga punya kekuatan fisik yang luar biasa lewat postur para pemainnya yang rata-rata tinggi besar.

Felipe Melo nan Memukau

Jangkar andalan baru Selecao. Namanya boleh Melo, tapi maennya....sangar bow!!!

Doi juga penguasa lini tengah Fiorentina. Bakal mantap kayaknya kalo duet sama Carrick atau Anderson!

Diantara deretan juara-juara tersebut, saya sangat kesengsem melihat Felipe Melo yang bersama Gilberto Silva menjadi kumparan yang sangat solid dalam dinamo permainan Selecao. Sebagai bukan penonton Serie A, saya tentu tidak familiar dengan pemain ini. Ternyata, Melo adalah andalan Fiorentina ketika musim lalu berhasil merebut jatah liga Champion dari AS Roma. Dan tak heran, ketika seminggu terakhir ini berkunjung ke berbagai portal sepakbola, sang centrocampista diberitakan menjadi rebutan banyak klub besar. Inter, Juventus, dan Arsenal dikabarkan sedang menjajaki pembelian pemain yang klausul buy-out-nya dipatok diharga 25 juta euro tersebut.

Brazil Coming from Behind

Oke, kekaguman saya cukup sampai disitu mengingat saat ini hampir mustahil Sir Alex Ferguson mencari seorang jangkar tambahan mengingat menumpuknya pemain yang dapat bermain di posisi tersebut. Untuk mengantisipasi Owen Hargreaves pensiun dini pun manajemen United lebih memilih Yaya Toure dari Barcelona

Seperti diketahui, Brazil berhasil membalikkan kedudukan untuk kemudian back-to-back menjadi juara piala Konfederasi melalui dua gol Luis Fabiano & satu tandukan kapten Lucio. Gelar ini bermakna ganda karena juga membawa Brazil mengkudeta Spanyol dari tampuk peringkat teratas FIFA.

Brazil kembali ke puncak dunia!

Melihat banyaknya talenta Samba yahud lainnya yang tidak masuk dalam seleksi kompetisi kali ini menyiratkan bahwa Brazil masih yang terbaik di dunia saat ini. Suratan yang akan terlegitimasi bila tahun depan mereka berhasil membuktikan diri sebagai negara yang dapat menjadi juara di benua mana pun Piala Dunia dilaksanakan. Satu yang saya harapkan tentu saja Setan-Setan Merah Samba seperti Anderson, Possebon, Rafael, dan Fabio termasuk di dalamnya!

Rodrigo Possebon. Musim 09/10 kabarnya akan dipinjamkan ke klub liga Portugal.
Bila rajin jadi starter, kesempatannya masuk tim Samba ke Afrika Selatan sangat besar.

Rafael-Fabio da Silva. Sulit geser Maicon-Dani Alves serta Andres Santos-Marcelo sbg full-back sayap Selecao.
But, nothing's impossible, lads!

Anderson Oliveira. Mendapat persaingan baru dari Melo di lini tengah timnas Brazil.
Keep up agile work man!

Thursday, May 28, 2009

Congratulations, Catalan!

Oke, Barcelona...selamat, kalian memang layak juara kali ini!
See you at Santiago Bernabeu next season, we'll get our thropy back at your home country!

Thursday, May 21, 2009

Team of The Weak

Hari minggu ini United akan menjalani laga pamungkas musim 08/09 di markas Hull City, klub tempat Manucho dipinjamkan.

Mengingat pertengahan minggu depan CR7, cs. akan melakoni laga final ECL vs Barcelona, sangat beralasan kalo SAF menurunkan tim non-inti. Hal ini yang banyak disorot terutama oleh klub-klub yang masih berjuang menghindari zona degradasi. Mereka barharap United bersikap sportif dengan menurunkan tim terbaiknya melawan Hull mengingat hasil yang bakal diperoleh tim tuan rumah akan beimbas pada di mana mereka berlaga musim depan: tetap di Premiership atau turun ke Championship divisi I.

Not a Big Deal, lahh...

Ini sebetulnya bukan hal besar, tetapi tetap penting karena menyangkut sportifitas & fair-play, sesuatu yang dijunjung tinggi oleh sepakbola Inggris & Manchester United. Bukan hal besar, karena meski tercantum dalam sebuah peraturan bahwa setiap tim harus menurunkan tim terbaiknya saat bertanding, tapi Richard Scudamore sudah mengatakan bahwa adalah hak bagi SAF untuk menentukan siapa saja yang akan turun mewakili timnya dilapangan. Tetapi SAF juga mewakili citra liga Inggris secara keseluruhan. Bila timnya tampak bermain ogah-ogahan kelak dan membuat Hull dapat meraih kemenangan, tentu itu akan mencederai nilai-nilai sportifitas & fair-play.

Intinya adalah Tim, bukan Semata Tim Inti

Ya, semuanya memang kembali pada tim. Siapa pun pemain-pemain yang turun kelak harus bermain dengan kemampuan terbaik. Thomas Kuszczak, Richard Eckersley, Ritchie de Laet, Rodrigo Possebon, Lee Martin, Zoran Tosic hingga Danny Welbeck dan Kiko Macheda tetap bisa menjadi kesatuan yang tangguh bila bermain sepenuh hati. Itu akan lebih menunjukkan rasa hormat kepada tim-tim lain yang berjuang untuk survive hingga detik terakhir ketimbang bila van der Sar, Vidic, Carrick, Ronald0, atau Rooney dipaksakan turun tapi kemudian bermain setengah hati dan seperempat bodi karena pikiran mereka sudah ada di Roma.

So, bukan masalah besarlah kalo our team of this week's the team of the weak!


Wednesday, May 20, 2009

1 8ELIEVE 4 ; Three Down, One to Go!

Barclays English Premier League 2008/2009










Carling Cup 2008/2009







FIFA World Club Championship 2008





Friday, December 05, 2008

COMING BACK!

Benchmark posting, as I ready to bloggin' again!

Monday, April 09, 2007

Portsmouth 2 - United 1 : Sinyal Sebuah Tren

Kehilangan Vidic & Silvestre serta memanjangnya masa tanpa kepemimpinan Neville memperlihatkan betapa 'tipis' kekuatan MU. Setelah ditekuk AS Roma 2-1 di Olimpico, Sabtu kemaren giliran The Pompey memulangkan pasukan Sir Alex tanpa poin. Alhasil, jarak MU-Chelsea kini tinggal 3 poin saja!
Jika dicermati, dalam 9 pertandingan resmi terakhir di semua kompetisi, United mengalami kesulitan mendulang angka di kandang lawan. Bila menang, itu tak lebih dari 1 gol. Semuanya pun terjadi pada pergantian bulan Februari-Maret, ketika United masih full-scuad. Satu hal menarik yang dapat ditarik sebagai benang merah adalah peran penonton sebagai pemain ke 13 bila United bermain di kandang. Bukti sahih adalah dalam 2 partai terakhir premiership. Minggu lalu, sempat tertinggal 1 gol di babak pertama, United berhasil comeback dengan 4 gol di babak kedua. Penonton yang mencatat rekor baru waktu itu di sebut Sir Alex sebagai yang terbaik yang pernah ada. Dukungan inilah yang hilang ketika, sabtu lalu, 'Setan Merah' kembali tertinggal 1 gol di babak pertama. Semangat juara & keunggulan teknik terbukti tak berarti banyak tanpa suntikan motivasi pendukung.
Bila melihat 6 laga sisa yang harus di jalani, hal di atas adalah pertanda buruk bagi ambisi United menghalangi niat Chelski mencetak hattrick juara liga. Selain menjamu Sheffield United, Middlesborough, dan Wes Ham, mereka masih harus mengunjungi markas Everton, Manchester City, dan Chelsea! Melihat padatnya jadwal yang harus dilalui, bila gagal memperbaiki tren tersebut di atas, United akan menantang Chelsea di Stamford Bridge dengan 3 poin di belakang tuan rumah. Maka, akan tak ada jalan selain mengalahkan The Blues saat itu bila ingin juara. Ironisnya, sang rival justru sedang menunjukkan performa sangat baik. Chelsea sudah kembali memiliki kualitas teknik, determinasi, dan tentu saja factor luck yang membawa mereka juara dalam 2 musim terakhir. Hal-hal yang membuat mereka seakan mustahil terjegal dalam 6 laga sisa.
Terlebih karena di akhir musim 'Setan Merah' masih harus menjamu Wes Ham, salah satu tim yang mampu mengalahkan mereka musim ini, Sir Alex Ferguson mutlak dituntut menggali semua pengalaman & kemampuannya agar anak buahnya fokus selalu menghasilkan kemenangan. Jika bukan treble, kembalinya trofi premiership sudah cukup menghadirkan kegembiraan & kebanggaan kembali di Theatre of Dream. Jika tidak, hmm...tampaknya tinggal impian melihat kejayaan MU segemerlap era 90-an hingga di awal millenium lalu.

Monday, April 02, 2007

Welcome Back : Winner Spirit!

Ketegangan menyaksikan duel guru dengan murid Sabtu di ujung Maret kemaren berakhir dengan nano-nano. Nemanja Vidic terpaksa ditandu keluar lapangan karena daerah bahunya mengalami dislokasi. Alhasil, United akan bermain tanpanya dalam 4-5 minggu. Ditambah cedera sang kapten yang ternyata membutuhkan waktu recovery lebih lama, pertahanan United akan bermain tanpa Vidic-Neville paling tidak sampai mereka berkunjung ke markas Manchester City atau Chelsea di awal Mei.
Padatnya jadwal pada akhirnya memberi nol kemungkinan untuk terhindar dari cedera. Di saat seperti ini memberi kepercayaan pada pemain pelapis adalah krusial. Sir Alex Ferguson, meski khawatir tetap optimis. Kehilangan 3 pemain belakang sekaligus tidak cukup diantisipasi dengan mengembalikan John O'Shea ke bek sayap (kanan) atau Gabriel Heinze ke bek sentral. Sang manajer bersiap mempromosikan kapten tim junior, Craig Cathcart. Sang pemain akan mulai dibawa saat 'The Red Devils' bertandang ke Olimpico, Roma, di ajang LC pekan ini.
Di lain hal, selain mengklaim pulihnya striker Ole Gunnar Solskjaer dengan golnya, MU kontra Blackburn Rovers juga menyembulkan indikasi besarnya motivasi Sir Fergie's Babes untuk juara. Tertinggal dan tertekan satu gol di babak pertama, mereka berhasil membalas determinasi permainan keras menjurus kasar khas The Rovers dengan gelontoran 4 gol tanpa balas di babak ke dua. Semoga mental juara ini semakin kental mendekati akhir kompetisi.

Tuesday, March 20, 2007

Rehat Sebelum April Seru

Manchester United memastikan diri sebagai penantang Watford di semifinal kompetisi sepakbola tertua di dunia. Berarti, di mulai pada pengujung Maret, 'Setan Merah' memiliki (lagi) 9 gim sepanjang 29 hari di bulan April. Kuantitas dapat bertambah bila pasukan Old Trafford kelak sukses melewati AS Roma, menantang salah satu dari Muenchen-Milan di semifinal pertama liga Champion Eropa pada 24/25 April.
Dari ruang cedera, satu lagi pemain masuk. Bek sayap sekaligus kapten Gary Neville akan absen hingga, paling tidak, ketika United bertandang ke Portsmouth atau menjamu AS Roma. Kenyataan ini semakin mengidentifikasi kondisi The Red Devils dengan The Blues di masa pergantian tahun kemaren. Ketika itu, bek & kapten Chelsea, John Terry terpaksa absen karena belitan cedera. Semoga saja dampaknya akan memberi hasil berbeda.
Penalti penentu (sekali lagi) dari CR 7 juga membuat duel penentuan juara Premiership 06/07 di jadwal ulang. Dan apabila MU & Chelsea juga berhasil lolos ke partai puncak piala FA serta liga Champion Eropa, berarti musim ini akan ada 3 kompetisi yang juaranya akan ditentukan oleh kualitas 2 pelatih kelas dunia : Sir Alex Ferguson & Jose Mourinho. Siapa yang lebih baik?

Thursday, March 15, 2007

Shorten to Six


Chelsea tampaknya sudah benar-benar menemukan penampilan dan faktor luck yang membawa mereka menjuarai EPL dalam 2 musim terakhir. Dibuktikan dalam laga tunda versus Manchester City, mereka memperoleh penalti yang berhasil dikonversi Frank Lampard menjadi gol yang memenangkan mereka. Di pertandingan lain, Arsenal menggusur Liverpool di posisi ke tiga klasemen sementara, usai menekuk tuan rumah Aston Villa, dengan skor identik, 1-0.

Di kubu United, hasil scanning memvonis Mikael Silvestre absen hingga musim ini berakhir. Cukup menohok, mengingat peran besar bek senior tersebut membawa timnya memenangi laga ketat versus Fulham, Liverpool dan terakhir, Lille.

Kondisi ini mengingatkan pada masa-masa pergantian tahun lalu. Saat itu, juara bertahan Chelsea menjadikan cedera pemain sebagai kambing hitam inkonsistensi mereka. Sebaliknya, mereka justru menuduh keberuntungan sebagai faktor utama dominasi United.

Kini, kondisi di atas seolah berbalik. Selain Silvestre, duo penyerang Saha-Solskjaer, gelandang Darren Fletcher dan shot-stopper Edwin van der Saar diragukan tampil hingga 31 Maret mendatang. Semuanya masih ditambah skorsing untuk Paul Scholes pada duel versus Bolton di premiership dan kontra Middlesbrough di replay piala FA. Di sisi lain, Jose Mourinho justru bersiap menyambut kembalinya dari cedera John Terry, Ashley Cole, dan Joe Cole ke line-up timnya. Hanya Wayne Bridge tampaknya yang unavailable hingga musim berakhir.

Jadi, saat musim tinggal menyisakan 9 laga yang harus dilakoni, ditambah ke dua kubu masih bermain di 2 kompetisi lain sehingga jadwal ketat sedemikan gilanya, mari lihat konsentrasi & stamina siapa yang paling siap. Dan jangan lupa, ke mana Dewi Fortuna akan lebih berpihak dan mental siapa yang lebih haus akan juara!

Monday, March 12, 2007

Aral II Telah Melintang

13 Maret 2007, Old Trafford akan menjadi venue pertandingan sepakbola amal yang berpotensi menjadi yang terbesar yang pernah diadakan. Partai peringatan setengah abad Treaty of Rome dan berkiprahnya MU di Eropa tersebut mempertemukan tim multi-bintang dunia versus Manchester United.
Eksibisi ini adalah juga rehat bagi Sir Fergie Babes. Setelah (terbilang) sukses melewati padatnya jadwal sebulan terakhir, mulai 17 Maret hingga paling tidak 15 April mereka akan menjalani 7 pertandingan tanpa henti! Semua ini adalah ekses dari kiprah mereka yang harus menjalani replay melawan Middlesborough di ajang piala FA (berkesudahan 2-2 di Riverside minggu 11 Maret dinihari WIBB) dan kelanjutan nasib yang mengantar mereka kini ke perempat final liga Champion Eropa. Tentu saja, daftar aral yang harus dilompati akan memanjang bila strategi & rotasi pemain yang diterapkan Sir Alex mampu terus menjaga peluang mereka merengkuh treble ke dua sepanjang sejarah klub.
Up-date ini juga memungkinkan Paul Scholes untuk tampil melawan Blackburn Rovers akhir bulan Maret. Di sisi lain, Edwin van Der Saar-Rio Ferdinand-Nemanja Vidic menjadi trio yang bergabung dengan Louis Saha, Ole Gunnar Solskjaer, Darren Fletcher dan Mikel Silvestre di daftar cedera. Semoga tiga simbol tangguhnya pertahanan The Red Devils musim ini tersebut dapat tampil akhir minggu ini kala menjamu Bolton Wanderers. Kalau tidak, bahaya bagi peluang United menghalangi ambisi hattrick juara premiership Chelsea. Kubu 'Si Biru dari London' tersebut mulai menemukan permainan terbaiknya, dan tampaknya juga faktor luck yang membuat mereka sukses dua musim terakhir. Tampaknya, sehari setelah melakoni charity game, kubu Old Trafford boleh bertandang ke Stadium of Manchester, mendukung rival sekota, menghalangi Jose Mourinho dan anak buahnya mengembalikan margin poin menjadi real enam (6) terhadap mereka.

Friday, March 09, 2007

Rontok di Tengah Medan

Manchester United sedang berada di saat menentukan musim ini. Sejak 17 Februari hingga 17 Maret 2007, mereka harus selalu dalam kondisi baik & konsentrasi tinggi meladeni 9 gim berbagai kompetisi resmi. Artinya, setiap 87 jam mereka bertanding.
Melewati bagian tersulit 17 Februari - 7 Maret, mereka terbilang sukses. Dalam 6 laga, mereka mencatatkan hasil tanpa kalah melalui 5 kemenangan dan sekali seri dengan 9 gol dan 4 kali kemasukan. Namun, ada harga mahal yang harus dibayar untuk semua itu. Ole Gunnar Solskjaer harus kembali naik meja operasi yang mengharuskannya istirahat hingga bulan Maret berakhir setelah mencetak gol kemenangan atas Reading di ajang piala FA. Duel ketat versus Liverpool pun membuat para pendukung 'setan merah' harus berbesar hati. Meski menang, penyerang Louis Saha kembali ke daftar cedera setidaknya selama 4 pekan ke depan. Artinya, pemain asal Prancis tersebut baru bisa hadir ketika United menjamu Sheffield bulan depan, tidak sampai seminggu sebelum terbang ke pertandingan paling menentukan melawan Chelsea di Stamford Bridge! Daya serang kubu Sir Alex juga dipastikan berkurang dalam 3 laga domestik di sisa bulan ini karena mustahil didukung Paul Scholes yang mendapat kartu merah pada England Derby tersebut. Setelah striker pinjaman Henrik Larsson kembali ke negaranya, otomatis United hanya akan memiliki Wayne Rooney di daftar juru gedor melawan The Trotters dan The Rovers. Memang, United masih memiliki Alan Smith. Namun, penyerang seharga 7 juta poundsterling tersebut sebelum cedera panjang sejak menjelang akhir musim lalu justru kerap diproyeksikan sebagai 'dapur pacu', alias gelandang sentral.
Dan semoga, Mikel Silvestre adalah yang terakhir meninggalkan lapangan di atas tandu. Full-back Prancis tersebut bergeser bahunya ketika memberi United clean-sheet melawan Lille Rabu kemaren. Belum diketahui berapa lama mantan defender Inter Milan tersebut harus beristirahat. Satu-satunya kabar gembira dari ruang cedera adalah kemungkinan besarnya Darren Fletcher kembali ke line-up kala timnya menjamu Bolton Wanderers 17 Maret kelak. Cedera yang didapatnya ketika menekuk pasukan Steve Coppell di Madejski akhir bulan lalu.

Thursday, March 08, 2007

Bye Bye, Henke!

Henrik Larsson menyampaikan salam perpisahan pada publik Old Trafford dengan manis. Sebuah gol yang dilesakkannya ke gawang Lille membawa United menapak babak 8 besar liga Champion Eropa. Gol itu bahkan semata wayang dan menjadi yang pertama sekaligus terakhir Henke buat 'setan merah' di LC.
Veteran Viking tersebut masih akan menjalani pertandingan terakhirnya buat United ketika dijamu Middlesborough di ajang piala FA. Setelah itu, dia akan bergabung dengan tim EUROPE XI dalam exhibiton match versus rekan-rekannya di Old Trafford pada 13 Maret 2007, sebelum bertolak ke Helsingborg.
It's hard to let you go, my man...

Tuesday, March 06, 2007

Kamuflase dari Stamford Bridge

Si biru dari London, sejak kedatangan trio Abramovich-Kenyon-Mourinho seperti memiliki strategi berlapis dalam usahanya mendominasi liga Inggris. Memasuki paruh musim ke dua, jurus pamungkas kubu klub kaya tersebut samar namun makin jelas tampak ke permukaan. Hasil kurang memuaskan yang mereka raih musim ini tampaknya membuat mereka merasa perlu mengeluarkan 'resep rahasia'. Chelsea tampak seperti pesakitan, seperti yang tampak menjelang duel kontra Arsenal di final piala Carling beberapa waktu yang lalu. Mereka memilih diam dan 'memasang wajah memelas'. Hal inilah yang kemudian membuat banyak bursa taruhan lebih mengunggulkan Arsenal memboyong piala kelas tiga di Inggris tersebut. Naas, mereka harus menanggung kerugian hingga satu juta pound karena kamuflase tersebut!
Pada akhirnya, piala Carling tampak seperti menjadi doping manjur bagi The Blues. Melalui Jose Mourinho mereka langsung unjuk kepalan, menohok lambung The Gunners hingga jatuh terduduk, terguling-guling. Bahkan, kemudian, saat mata masih berkunang-kunang, sebuah lidah berbelati mencemooh jantung & hati mereka sebagai seorang pecundang. Ah, nasibmu Arsenal..sakit itu pun masih ditambah tangga yang kemudian dijatuhkan Blackburn Rovers, tepat mengenai kepalamu, membenamkan sekaligus menyingkirkanmu dari kompetisi sepakbola tertua di dunia...
Kini, Chelski tampak menerapkan jurus serupa tapi tak sama pada musuh-musuhnya di kompetisi lain, terutama premiership. Dengan mengatakan bahwa lebih memilih bersiap untuk musim depan, mereka berharap dapat membuai asap, menutup pandangan sekaligus membuyarkan konsentrasi lawan. Pada akhirnya bisa ditebak, ketika rival utama sudah merasa berlari sendirian menuju podium, mereka kian kencang menggenggam gagang kayu bermata sembilu, siap menggorok dari belakang. Dan bisa dipastikan, lidah tajam dari sang manajer, Jose Mourinho, akan kembali berubah menjadi lintah, menghisap darah tim yang sumringah & tidak mewaspadai hal ini, hingga tetes terakhir.
Terlalu mendramatisir? Ah..sepakbola juga adalah sebuah panggung yang kerap menyajikan kisah-kisah teatrikal...

Monday, March 05, 2007

Happy Wedding!

Sodikin bin Mustika & Atiek Dharmawati binti Paino Adianto; Minggu 4 Maret 2007; Taman Cari, Lampung Timur

So Far, So Good

Hanya satu pertandingan tersisa dari 6 partai yang harus dilakoni anak-anak muda Old Trafford dalam 19 hari. Meladeni aksi balas dendam LOSC Lille rabu mendatang adalah ajang pembuktian konsistensi yang sejauh ini sukses mendapatkan applause pendukungnya di seluruh dunia, meski jadwal tak memihak mereka.
Mungkin tampil tanpa Wayne Rooney yang harus dipapah keluar pd partai ketat versus Liverpool sabtu kemarin, MU tampaknya akan memaksimalkan Paul Scholes yang dilarang bermain pada 2 partai premiership & 1 di ajang piala FA mendatang menyusul kartu merah yang didapatnya pada partai yang sama.
Cedera yang juga menimpa Ole Gunnar Solskjaer memungkinkan publik 'setan merah' memberikan salam perpisahan buat Henrik Larsson, yang telah menyumbang 2 gol dalam masa peminjamannya selama 72 hari di Manchester United.
So, keep on high concentration, genk! And finish it well.....

Monday, February 26, 2007

Dengan Dramatis, Setengah Terlampaui

Ryan Giggs & Cristiano Ronaldo, duet winger yang sukses membuktikan kualitasnya untuk mengamankan peluang Setan Merah di dua ajang paling bergengsi, premiership & liga champion Eropa. Namun, setengah jalan berikutnya tak kalah terjal. Rabu dini hari United akan menjalani partai tandang melawan Reading di ajang piala FA dan versus Liverpool di akhir minggu.
Kelelahan, tak mungkin bisa dihindari. Tapi konsentrasi harus tetap tinggi. Dan minggu depan, pasukan Old Trafford akan meladeni ambisi balas dendam Lille yang protesnya baru saja ditolak UEFA. Akhir dari 6 laga yang harus dilakoni hanya dalam tempo 19 hari!
Fiuhh...wish another bible talent strike again...

Wednesday, February 21, 2007

Controversially, Win!

Bermain 'satu level' dengan tim semenjana asal Prancis, LOSC Lille, United hanya mampu sekali menceploskan bola ke gawang lawan melalui tendangan bebas 'cepat' nan kontroversial Ryan Giggs. Beruntung, barisan pertahanan mampu bermain baik bin beruntung, sehingga hanya satu gol dianulir yang mampu menggetarkan gawang anak asuh Fergie pada first leg 16 besar lanjutan Liga Champion Eropa, Rabu dini hari tadi.
Yang menarik adalah rasa kecewa yang ditunjukkan CR7 ketika dirinya digantikan Sir Alex dengan penyerang Louis Saha meski bermain cemerlang. Dampak dari pembagian konsentrasi untuk mengamankan peluang di setiap kompetisi yang masih diikuti tampaknya. Anyway, get exploded to Fulham, Cristian!

Monday, February 19, 2007

24 Februari - 3 Maret 2007

Mencetak gol keduanya bagi Manchester United tidak cukup membuat bangga Michael Carrick karena timnya harus mengakhiri pertandingan dengan skor seri setelah Setan Merah lagi-lagi tak mampu menutup kelemahannya dalam bertahan terhadap set-up bola mati lawan.
1-1, dan United harus melakukan replay di markas Reading setelah bertandang ke markas Fulham pada 24 Februari dan sebelum bertanding melawan Liverpool tanggal 3 Maret di Anfield.
Berat..namun ujian yang sesuai bagi Sir Alex's babes untuk menumbuhkan kembali mental juara...

Saturday, February 17, 2007

Panggung Ujian Setan Merah

Tak Terasa, musim 2006/2007 telah menghitung mundur 3 bulan terakhirnya. Bagi Manchester United, saat hitungan mundur dimulai, saat itulah pekan penentuan kualitas & harga diri.
Dimulai ketika menjamu Reading di Old Trafford 17 Februari 2007 dalam ajang piala FA. Inilah ajang yang meskipun menjadi prioritas terakhir namun selalu menjanjikan gengsi utama secara historis. Setelah tersingkir di piala Carling, 70.000-an pasang mata tak ingin lagi pulang tertunduk. Mereka sangat berhasrat untuk meninggalkan Theatre of Dream dengan motivasi berlipat menuju Prancis, bertandang & bertanding melawan wakil negeri asal Napoleon tersebut, Lille FC pada lanjutan Liga Champion hanya 3 hari setelahnya. Cukup? No..no...! Dari Prancis, United akan kembali ke Inggris, namun bukan ke kota Manchester, melainkan menuju Craven Cottage, markas Fulham di kota London, melanjutkan asa membawa kembali trofi Liga Premier yang sudah tiga musim dirindukan segenap penggemarnya di seluruh dunia.
Pekan ini memang menjadi momentum di mana juara bertahan Chelsea kembali memiliki starting line-up yang membawa mereka ke puncak juara dalam dua musim terakhir. Petr Cech telah kembali membuktikan ketangguhannya dibawah mistar meski masih harus menggunakan pelindung kepala. John Terry, sang kapten bahkan mengumbar keyakinan bahwa mereka akan kembali ke puncak karena MU akan tergelincir tak lama lagi. Tak lama lagi? Ya, karena setelah pekan penentuan di atas, mereka akan bertandang ke markas tim terbaik sepanjang masa di seantero Inggris Raya, meladeni jamuan Steven Gerrard, cs. yang terbukti mampu membuat juara bertahan The Blues bertekuk lutut.
Ditambah spekulasi kepindahan Cristiano Ronaldo pada akhir musim, rindu rasanya untuk menyaksikan The Red Devils menemukan kembali mental juara seperti yang mereka tampilkan sepanjang musim 1998/1999 yang berujung treble, dalam menyikapi minggu-minggu terakhir kompetisi.
C'mon United! 'Coz it's just the beginning of new era...